Rabu, 19 Desember 2012

Budidaya Kentang Pemberantasan Hama Kentang dan Jenis-jenis Kentang

Budidaya, kentang, hama, jenis-jenis kentang
Pada postingan kali ini cara budidaya kentang proses pemberantasan hama kentang dan jenis-jenis kentang, setelah pada postingan sebelumnya kita membahas budidaya kentang dan cara menanam kentang

Pentingnya pemberantasan hama kentang karena pertumbuhan tanaman yang terserang hama dan penyakit akan terganggu sehingga hasil buahnya tentu tidak memuaskan. Bahkan, hama dan penyakit yang ganas bisa mematikan tanaman kentang.

Untuk itu, perlu dilakukan pemberantasan hama dan penanganan penyakit yang menyerang tanaman kentang, seoptimal mungkin. Beberapa hama dan penyakit yang menyerang tanaman kentang, antara lain, sebagaimana diuraikan di bawah ini:

1.    Ulat penggulung daun (phithorimaea sp.)

Ulat penggulung daun merusak daun-daun kentang, terutama pada musim kemarau.Hama ini bisa diberantas dengan Diazinon 0,2-0,3 % dan Orthene 75 sp. 1 %. Selain merusak daun, ulat ini juga merusak umbi kentang yang ada di gudang.

2.    Oteng-Oteng (Epilachina sp)

Oteng-Oteng disebut juga hama pelentung. Hama ini merusak daun kentang. Oteng-oteng dapat diberantas dengan hostathion 0,1-0,2 persen.

3.    Orong-Orong (Cryllotalpa sp.)

Orong-orong dinamai juga anjing tanah. Ia merusak umbi-umbi kentang hingga berlubang-lubang dan turun kualitasnya. Hama ini bisa dibasmi dengan tepung sevin 85 S yang dicampurkan pada pupuk kandang. Sebaliknya pencegahan hama ini dilakukan saat pemberian pupuk kandang pada tanaman.

4.    Ulat tanah (Agrotis ipsilon)

Ulat tanah merusak batang tanaman yang masih muda (baru tumbuh). Sebaiknya ulat ini dicari disekitar batang lalu dimusnahkan. Ulat tanah keluar dari persembunyiannya antara pukul 16.00-17.00.

5.    Penyakit busuk daun (Phytopthora infestans)

Penyakit ini disebabkan oleh beberapa jenis cendawan. Gejala serangan ditandai dengan membusuknya daun kentang yang tentu saja bisa mengancam pertumbuhan tanaman kentang. Penyakit ini bisa diatasi dengan antaracol 0,2 persen atau Dithane M-45 0,2 persen. Proses pemberantasan harus dilakukan secepat mungkin, jangan sampai terlambat.

6.    Penyakit cacar (Alternaria solani)

Penyakit cacar juga menyerang daun-daun kentang dan harus cepat diatasi dengan Dithane M-45 0.2 persen.

7.    Penyakit layu atau lendir

Penyakit ini berasal dari bakteri pseudomonas solanacearum. Bagian yang terserang adalah akar dan batang, lantas menyebabkan tanaman kentang menjadi berlendir dan membusuk. Penyakit layu sulit diatasi, tetapi ada jenis obat pembasmi bakteri yang biasa digunakan, yaitu Agrimycin dan Streptomycin.

8.    Penyakit cendawan (Fusarium oxysporum)

Bagian tanaman yang terserang penyakit cendawan adalah batang dan kadang juga akarnya. Gejalanya mirip sekali dengan yang diatas, yakni sama-sama tanaman menjadi layu. Cara membedakan antara yang layu karena cendawan adalah sebagai berikut:
  • Yang layu karena bakteri; jika tanaman kentang yang terserang penyakit dipotong dan dipijit lalu digantung dalam gelas berisi airbersih, maka akan keluar cairan menyerupai lender berwarna susu dan berbau busuk, kelayuan terjadi pada semua bagian tanaman (cabang).
  • Yang layu karena cendawan; jika batang tanaman yang terserang penyakit dipotong dan dipijit akan keluar cairan jernih berwarna coklat dan kelayuannya hanya terjadi pada bagian tanaman (cabang) yang terserang saja. Dan, sayatanmembujur pada batang menunjukkan bagian pembuluh kayunya berwarna kecokelat-cokelatan.

Cendawan yang menyerang tanaman kentang biasanya muncul pada musim penghujan. Penyakit cendawan ini memang agak sukar diberantas secara tuntas. Agar tidak menjalar pada tanaman kentang secara keseluruhan, sebaiknya disemprot dengan fungisida Antracol M-45, dan Difolatan.

9.    Penyakit buduk atau burik (Streptomyces scabies)

Tanaman kentang yang terserang penyakit ini umbinya menjadi buduk atau burik dan kadang-kadang daging umbinya menjadi gabus, sehingga tidak akan laku di pasaran. Tetapi, jenis cendawan penyebab penyakit ini tidak dapat hidup pada pH tanah di bawah 5,4 dan diatas 7,0.

10.    Blorok mozaik PVX dan PVY

Virus jenis ini menyerang tanaman kentang sehingga daun-daun menjadi keriting. Untuk mencegah dan menjaga kentang dari serangan virus ini, sebaiknya kita memberantas kutu-kutu daun (Mysus persisse) yang menjadi penyebar virus (vector) dan bergulung (leafrol)

Tanaman yang terserang virus ini akan berkurang kemampuannya untuk menghasilkan umbi, terutama jika tanaman yang diserang berumur kurang dari satu bulan. Kalaupun menghasilkan ibu, biasanya umbinya kecil-kecil (kriel). Belum ditemukan obat yang ampuh untuk membasmi virus ini. Untuk menghindari penyakit ini, kita harus memilih bibit-bibit tanaman kentang yang baik dan bebas dari virus.

11.    Penyakit kutil

Penyakit kutil yang disebabkan oleh nematode meloidogyne sp. Menyerang umbi-umbi kentang,sehingga muncul benjol-benjol kecil dan akibatnya kualitas kentang pun menurun sehingga harganya merosot.

Penyakit kutil ini biasanya timbul pada tanah ringan (berpasir) yang pH nya rendah. Pada tanah bekas sawah, penyakit ini tidak pernah muncul.Nematoda ini bisa diberantas dengan nematisida, semisal Nemagon dan furadan 3 G. Namun, harganya tergolong sangat mahal. Sebaiknya kita memilih varietas-varietas kentang yang mampu bertahan dan kebal dari serangan penyakit ini.

12.    Penyakit busuk umbi (Erwinia carotovora L.R. Holland)

Tanaman yang terserang penyakit ini sebaiknya dicabut saja.


Jenis-jenis Kentang

Jenis-jenis kentang berdasarkan warnanya, kentang dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu:
  • Kentang kuning
  • Kentang putih
  • Kentang merah

1.    Kentang kuning

Kentang jenis ini mempunyai umbi dan kuliut yang berwarna kuning. Yang termasuk kentang kuning, antara lain: Eigenheimer, Patrones, Rapan, Thung, dan Granola. Kentang kuning paling banyak disenangi karena rasa umbinya enak, gurih, dan tidak banyak mengandung air.

2.    Kentang putih

Kentang jenis ini mempunyai umbi dan kulit yang berwarna agak putih. Yang tergolong kentang putih ini, antara lain: Donata, Radosa, Matta, Sebago.

3.    Kentang merah

Kentang jenis ini kulitnya berwarna merah dan daging umbinya berwarna kuning. Yang tergolong kentang merah, antara lain: Desiree, Arka, dan Red Pontiak.

Disamping berdasarkan warnanya, kentang juga dapat digolongkan berdasarkan asal daerah dan negaranya. Dalam kategori ini, setidaknya dikenal empat macam kentang, yaitu:
  • Kentang priangan
  • Kentang jawa
  • Kentang tengger
  • Kenyang inggris

1.    Kentang priangan

Kentang jenis ini banyak dijumpai di daerah priangan dan sekitarnya. Ukurannya lumbayan besar dan mata umbinya dangkal. Daging kentang priangan berwarna putih.
Jika kita bercocok tanam kentang jenis ini biasanya hasilnya kurang memuaskan dan mudah terserang penyakit.

2.    Kentang jawa

Kentang jenis ini banyak ditemui di daerah jawa, tetapi juga telah menyebar di daerah-daerah lainnya. Dagiung umbi kentang jawa berwarna kuning, rasanya enak, dan mata umbinya dalam.
Kentang jawa tahan terhadap penyakit. Kentang jawa sering disebut juga sebagai kentang gunung.

3.    Kentang tengger

Kentnag tengger menyerupai jenis kentang priangan dan banyak dijumpai di daerah tengger.

4.    Kentang inggris

Kentang jenis  ini merupakan kentang kentang terbaik diantara sekian banyak kentang berdaging putih. Kentang inggris tergolong tahan terhadap serangan penyakit dibandingkan dengan kentang priangan, tetapi tidak sekuat day tahan kentang gunung. Kentang inggris banyk dibudidaykan di jawa timur.

Selain yang tersebut di atas, ada juga kentang hitam yang dikenal sebagai kentang jawa (Coleustuberosus, Benth). Kentang jenis ini termasuk family Labiatae yang berbunga seperti bibir. Sifatnya setengah menjalar, ruas-ruasnya berakar, dan daunnya berdaging lunak.
Umbi yang masih muda berwarna putih dan setelah tua kulitnya berwarna hitam. Bentuk umbinya bulat panjang, kecil, dan rasanya sedikit getir.
Kentang hitam ini biasanya ditanam didataran rendah.

Daerah di jawa yang banyak ditanami kentang diantanya:
Cipana, Lembang, Wonosobo, Tawangmangu, Batu, Tengger, dan beberapa daerah lainnya.
Varietas-varietas kentang yang dianjurkan untuk ditanam, antara lain: Deesire, Patrone, Donata, Cosima, Rapan, Thung, Cipanas.

Selasa, 18 Desember 2012

Budidaya Kentang Budidaya Tanaman Kentang dan Cara Menanam Kentang

Budidaya, kentang, cara menanam, tanaman kentang

Budidaya tanaman kentang dan cara menanam kentang sama halnya seperti budidaya tanaman sayuran yang lainnya, dimana dalam langkah-langkahnya kita perlu mengetahui karakter tanaman tersebut sebelum memulai membudidayakannya. 

Ada beberapa faktor yang harus diketahui dalam melakukan budidaya kentang atau cara menanam kentang karena faktor-faktor ini akan berpengaruh besar terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman kentang. Faktor-faktor tersebut diantaranya: iklim, tinggi-rendahnya letak geografis, kesuburan tanah, hama dan pathogen serta tumbuhan pengganggu.

Iklim

Tanaman kentang berasal dari daerah subtropika, menghendaki iklim yang khusus, yaitu daerah yang memiliki suhu udara dingin dan lembap. Namun demikian, sinar matahari juga dibutuhkan oleh tanaman kentang.

Karena tanaman kentang sangat peka terhadap air maka untuk memulai penanaman kentang sebaiknya diawali pada akhir musim hujan. Tanaman kentang juga sangat peka terhadap kelembapan dalam tanah, kalau perubahan kelembapan dalam tanah terlalu tinggi maka pengaruhnya akan berdampak pada pertumbuhan umbi yang tidak normal (bentuknya bercabang-cabang).

Waktu tanam kentang yang baik adalah pada akhir musim hujan (sekitar bulan April atau Mei), tetapi apabila ingin menanam pada awal musim hujan (sekitar bulan Oktober atau November) diusahakan pada waktu musim turun hujan usia tanaman kentang sudah berumur dua bulan dan umbinya sudah cukup besar. Begitupun dengan angin yang kencang tidak baik untuk pertumbuhan tanaman kentang, karena batang tanaman kentang tidak kuat  sehingga mudah patah atau roboh apabila terkena angin yang kencang.

Tinggi-rendahnya Letak Geografis

Tanaman kentang dapat tumbuh dengan baik di dataran tinggi, yakni lebih dari 500 meter di atas permukaan air laut. Yang paling ideal, kentang ditanam dalam ketinggian antara 1000-3000 meter di atas permukaan laut. Tinggi-rendahnya suatu tempat biasanya berhubungan dengan suhu udara dan kelembapan udara. Perbedaan kelembapan dan suhu udara sangat penting untuk pertumbuhan tanaman kentang.

Kesuburan Tanah

Kesuburan tanah memegang peranan tyang sangat penting untuk tanaman kentang. Selain sebagai penyangga akar, tanah juga berfungsi sebagai penyedia air, zat-zat hara, dan udara bagi pernafasan akar tanaman.
Tanah yyang subur bisa mengoptimalkan perkembangan dan pertumbuhan tanaman. Factor-faktor yang menyuburkan tanah adalah kandungan air, bahan organic, batuan induk,suhu, organism tanah, keasaman tanah, struktur dan tekstur tanah serta kelengkapan dan ketersediaan zat-zat hara.
Kentang cocok ditanam pada tanah yang gembur, banyak mengandung humus, sedikit berpasir, sedikit mengandung air. Tanaman kentang akan tumbuh ideal pada tanah yang memiliki kesamaan tanah (pH) antara 5-5,5.

  • Gembur

Kegemburan tanah sangat dikehendaki untuk membantu perkembangan akar tanaman kentang dalam membentuk umbi yang sempurna sehingga bermutu tinggi.

  • Banyak mengandung humus
Tanah yang banyak mengandung humus bisa  mempercepat pertumbuhan tanaman, karena menyimpan zat-zat makanan dalam jumlah yang cukup. Zat-zat makanan sangat diperlukan bagi tanaman kentang sehingga dapat tumbuh subur dan menghasilkan umbi yang besar dan sehat.

  • Sedikit berpasir
Tanah yang sedikit berpasir bisa menumbuhkan kentang yang berkarbohidrat tinggi dan rasanya menjadi lebih lezat.
  • Sedikit mengandung air
Tanaman kentang tidak tahan terhadap air yang banyak, terlebih-lebih air yang menggenang. Air yang berlebihan membuat tanaman kentang terserang penyakit kayu.

Biotik

Selai factor-faktor abiotik, yaitu iklim dan tanah, yang perlu diperhatikan juga adalah factor biotic. Hama, pathogen, dan gulma adalah factor biotic yang sering menggagalkan panen kentang.

Cara Menanam Kentang

Hal-hal yang perlu dikerjakan dalam bercocok tanam kentang adalah: pengolahan dan penggarapan tanah, pembibitan, penanaman, penyiraman, pendangiran dan penyiangan serta pembumbunan.
Pengolahan dan Penggarapan Tanah
Tanah yang akan dipakai untuk menanam kentang harus diolah sebaik mungkin. Dalam pengolahan tanah, yang perlu dilakukan adalah:

Mencangkul tanah
Menggemburkan tanah
Membuat bedengan
Membuat saluran air
Meratakan tanah
  • Mencangkul tanah
Tanah harus dicangkul sedalam 30-40 cm. setelah dicangkul, tanah dibiarkan beberapa hari agar mendapat sinar matahari sehingga peredaran udara lancer serta hama dan bakteri bisa terbunuh.
  • Menggemburkan tanah
setelah dicangkul, tanah harus dilembutkan dan digemburkan. Tanaman kentang hanya bisa tumbuh dengan baik pada tanah yang gembur sekali. Dalam tanah yang gembur, akar kentang sebagai asal terjadinya umbi bisa berkembang secara maksimal. Tanah yang kurang gembur dapat menghambat proses terjadinya umubi. Untuk menggemburkan tanah dapat digunakan cangkul berukuran sedang atau garu.
  • Membuat bedengan
Bedengan perlu dibuat sebagai tempat penanaman kentang. Bedengan bisa memudahkan petani untuk memelihara tanaman kentang. Dengan bedengan, tanaman kentang tidak akan tergenang air jika hujan turun.
Bedengan sebaiknya dibuat membujur kea rah barat-timur. Lebarnya lebih kurang 70 cm (untuk satu jalur tanaman) atau 140 cm (untuk dua jalur tanaman). Panjangnya disesuaikan kondisi tanah. Tinggi bedengan lebih kurang 15 cm. parit bedengan lebarnya lebih kurang 25 cm.
Parit-parit bedengan selain berfungsi sebagai jalan untuk merwat tanaman, juga sebagai saluran air. Oleh karena itu, parit-parit bedengan ini dibuat sedemikian rupa agar air dapat mengalir lancer bila turun hujan.
  • Membuatsaluran air
Saluran air dibuat untuk pembuangan dan untuk mengalirkan air. Hal ini dimaksudkan agar air tidak menggenang di parit-parit bedengan.
Tanaman kentang sangat peka terhadap air, terlebih-lebih sejak penanaman sampai berumur dua bulan. Akar tanaman kentang yang tergenang air akan membusuk, kemudian tanaman kentang pun layu.
  • Mertakan tanah
Proses mertakan tanah ini perlu dilakukan agar permukaan bedengan rata atau datar dan tidak terdapat bongkahan-bongkahan tanah lagi.

Pembibitan

Bibit sangat menentukan keberhasialan penanaman. Bibit yang baik kemungkinan besar akan membuahkan kesuksesan penanaman. Sebaliknya, bibit yang kurang bagus pasti hasilnya akan mengecewakan.

Kentang ditanam melalui umbinya langsung pada lahan tanpa melalui proses  persemaian terlebih dahulu. Jauh sebelum penanaman, bibit-bibit harus dipersiapkan terlebih dahulu. Pilihlah umbi-umbi kentang yang baik, besar, dan tidak banyak matanya.
Umbi yang kecil tak boleh dipergunakan sebagai bibit, sebab matanya kurang kuat dan persediaan makanan hanya sedikit sehingga tunas yang tumbuh sudah mati. Selain itu, umbi yang kecil ada kemungkinan berasal dari umbi yang sakit. Umbi yang besar bisa dibelah menjadi dua.

Simpanlah bibit kentang di tempat yang kering dan berhawa segar. Penyimpanan di dalam bakul, lakukan di atas asap, ini berlangsung kurang lebih tiga bulan.

Penanaman

Karena tanaman kentang tidak memerlukan persemaian, maka setelah memilih bibit yang baik dan disimpan dengan cermat, maka kemudian akan muncul titik-titik tumbuh. Hal ini menjadi pertanda bahwa bibit sudah bisa ditanam. Bibit bisa langsung ditanam ditempat yang telah dipersiapkan.
Yang harus dikerjsakan terlebih dahulu dalam penanaman, yaitu membuat lubang-lubang tanaman berupa alur-alur silang. Kemudian, pada titik pertemuan sialang itulah nantinya bibit kentang ditanam.

Agar pertumbuhan tanaman dapat sempurna, maka jarak tanaman harus diatur sebagai berikut:

  • Jarak antara baris 50-65 cm
  • Jarak tanam di dalam baris 30-40 cm
  • Dalamnya tanaman masuk ke tanah 5-10 cm

Pada tanah berat, bibit ditanam lebih dangkal. Demikian pula pada musim penghujan, bibit ditanam lebih dangkal agar tidak banyak terendam air. Tetapi, sebaliknbya, pada musim kemarau bibit kentang ditanam lebih dalam agar tidak mengalami kekeringan.

Dalam proses penanaman, tiap-tiap lubang tanaman diberi pupuk kandang sebanyak 0,5 kg. dalam satu hektar tanaman kentang diperlukan pupuk kandang 20-30 ton.

Letakkanlah bibit-bibit kentang di atas pupuk kandang dengan kedalaman 7,5-12,5 cm. Usahakan agar tunas-tunasnya menghadap ke atas. Pada sebelah kanan dan kirinya, berilah pupuk DS dan ZA sejauh kurang lebih 5 cm dari bibit, yaitu disebelah kanan diberi pupuk DS sebanyak kira-kira 16 gram dan di sebelah kiri diberi pupuk ZA sebanyak lebih kurang 16 gram juga. Kemudian, tutplah lubang-lubang tanam dengan tanah. Dalam satu hektar tanaman kentang diperlukan lebih kurang 80-900 kg DS dan ZA. 

Dengan lahan seluas satu hektar diperlukan bibit kentang sebanyak 1200-1500 kg yang berat tiap umbinya antara 30-40 gram.
Setelah lebih kurang 10-12 hari kemudian, maka bibit kentang mulai tumbuh rata di atas tanah.
Penanaman kentang juga bisa dilakukan tanpa membuat bedengan, yakni langsung di atas tanah yang tersedia. Langkah-langkah yang perlu dilakukan:
  • Mula-mula tanah digemburkan dan diratakan terlebih dahulu. Kemudian, buatlah lubang tanaman seperti di atas. Lalu, tanamlah bibit kentang pada lubang-lubang yang telah disiapkan.
  • Setelah bibit ditanam, kemudian tanah di bagian kanan dan kiri barisan tanaman ditimbunkan pada bibit yang baru ditanam sehingga membentuk gundukan tanah yang memanjang.
Lebar parit-parit anttara gundukan tanah sama seperti parit-parit bedengan, lebih kurang 25 cm, dan tinggi kira-kira 15 cm.

Penyiraman

Tanaman kentang idak menghendaki kekeringan, meskipun sangat peka terhadap air yang berlebihan, terutama air yang menggenang. Jika terlalu kering, maka suhu tanah akan menjadi panas dan kelembabannya turun. Umbi kentang memerlukan suhu dingin dengan kelembaban yang tinggi. Pada tanah yang suhu dan kelembabannya tidak stabil, tanaman kentang akan menghasilkan umbi yang bentuknya tidak menarik dan benjol-benjol.
Penyiraman kentang harus diperhatikan, terutama bila tidak turun hujan. Apalagi pada musim kemarau.

Pendangiran dan Penyiangan

Setelah tanaman kentang berumur kira-kira satu bulan, maka perlu dilakukan pendangiran. Yakni, tanah disekitar tanaman perlu digemburkan agar peredara udara menjadi lancer. Dengan demikian, pertumbuhan tanaman menjadi lebih baik,. Rumput-rumput yang ada di sekitar tanaman juga perlu dibersihkan agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman kentang.

Proses penggemburan juga disertai dengan peniggian gundukan tanah atau bedengan agar umbi tanaman selalu terkubur. Umbi kentang yang tidak tertutup tanah akan berwarna hijau dan kualitasnya rendah.

Pembumbunan

Setelah tanaman kentang berumur 3-4 minggu, maka perlu dilakukan pembumbunan, yakni proses peninggian tanah. Pembumbunan akan memberikan keuntungan bagi tanaman, antara lain:

  • Akan merangsang pembentukan akar baru sehingga umbi kentang yang dihasilkan bisa semakin banyak.
  • Membantu perkembangan umbi
  • Memperkokoh berdirinya batang
Tetapi, perlu diperhatikan bahwa pembumbunan yang dilakukan tidak boleh terlalu tinggi karena bisa mengganggu pernapasan tanaman kentang di dalam tanah.  
Dengan mengetahui langkah-langkah budidaya kentang dan cara menanam kentang yang baik, semoga dapat mengurangi resiko kegagalan dalam melakukan pembudidayaan kentang ini, selamat mencoba.
Untuk mengetahui Hama dan penyakit pada kentang akan di bahas pada postingan berikutnya.

Cara Budidaya Tanaman Cengkeh dan Cara Menanam Cengkeh Tahap Penanaman dan Pemeliharaan

cara, budidaya, tanaman, cengkeh, menanam, perawatan

Pada postingan sebelumnya kita telah membahas Cara budidaya tanaman cengkeh dengan penentuan kondisi tanah, iklim, dan pemilihan bibit. Pada postingan kali ini kita akan membahas cara menanam cengkeh pada tahap Menanam cengkeh di areal tanam dan Pemeliharaan tanaman cengkeh.

Cara menanam cengkeh pertama-tama tanah di areal tanaman harus di gemburkan dan dibersihkan dari rerumputan dan tanaman pengganggu. Kemudian dibuat lubang tanam. Pengerjaan areal tanam dan pembuatan lubang tanam sebaiknya dilakukan bersamaan dengan pembuatan persemaian. Dengan demikian, jika ingin memakai peneduh alam, penanamanya bisa dilakukan 1 tahun sebelum bibit cengkeh ditanam di lapangan.

Lubang tanam sebaiknya disiapkan sejak bulan Juli s/d September dan ditutup pada bulan  Oktober atau November. Maksudnya agar lubang tanam dan tanah galian kena panas dalam waktu yang cukup lama. Apabila ada bekas tunggak atau akar kayu harus dibersihkan supaya tidak mengundang rayap atau jamur akar. Kedalaman lubang kira-kira 1 meter, begitu juga panjang dan lebarnya kira-kira 1 meter.

Jika ada lapisan cadas, harus ditembus, jika perlu kedalaman lubang tanam bisa dibuat lebih dari 1 meter. Penutupan lubang tanam dilakukan pada bulan Oktober atau November dengan mencampurkan pupuk kandang yang telah jadi tanah atau kompos kira-kira 5 blek pada setiap lubang tanam.

Tanah penutuup lubang sebaiknya agak ditinggikan dari permukaan tanah sekitarnya dan dibiarkan turun dengan sendirinya selama ± 1 bulan. Jarak antara lubang tanam minimum 8 x 8 meter, yang ideal 10 x 10 meter. Sebelum bibit ditanam, lubang tanam disemprot dulu dengan obat-obatan anti rayap atau lundi tanah.

Akar tunggang yang bengkok atau patah harus dipotong agar tanaman cengkeh bisa tumbuh dengan sempurna. Bibit lalu dimasukan ke lubang tanam kemudian ditimbun tanah dan dipadatkan. Pembenaman bibit jangan terlalu dalam, tetapi persis pada leher akar. Jika terlalu dalam bisa menyebabkan busuk batang dan mati.

Setelah penanaman bibit usai, sebaiknya segera diberi pelindung buatan (jika tidak ada pelindung alami), yaitu dari bambu yang dianyam dan diberi empat kaki setinggi 1 meter atau lebih sesuai tingginya bibit. Jika tidak ada pelindung, tanaman bisa layu. Penanaman dilakukan pagi hari dan jangan lebih dari jam 10.

Setelah ditanam di areal tanam, tanaman cengkeh harus dipupuk secara teratur. Pemupukan dilakukan dalam intensitas yang cukup, baik memakai pupuk kandang, kompos, maupun pupuk buatan supaya makan gizinya cukup dan tumbuhnya sehat.

Pemupukan harus dilakukan setiap tahun, lebih-lebih untuk tanaman cengkeh yang sudah menghasilkan. Macam dan banyaknya didasarkan pada hasil analisis tanah atau daun cengkeh yang bersangkutan.

Cara Pemeliharaan Tanaman Muda

Pemeliharaan tanaman cengkeh setelah ditanam sampai umur 4 tahun harus intensif, karena pada usia 1 – 4 tahun ini tanaman bisa disebit fase masa pertumbuhan kritis. Setelah tanaman ditanam di areal tanam berumur 3 bulan, tanah disekitar tanaman mulai digemburkan dengan cara dicangkul.
Jarak tanah yang dicangkul kira-kira 25 cm dari batang. Bersamaan dengan pencangkulan ini, sebaiknya rumput-rumput dan tanaman pengganggu dibersihkan (proses penyiangan), dan peneduk harus betul posisinya.

Jika pucuk tanaman baru telah menyinggung atap peneduh, maka atapnya ditinggikan. Setelah itu, kemudian diikuti dengan pemberian pupuk buatan dengan takaran 25 – 30 gram per pohon, asalkan masih ada hujan.

Penggemburan selanjutnya yang diikuti penyiangan dilakukan pada permulaan musim hujan berikutnya, kemudian diikuti pemupukan dengan dosis yang masih sama. Selain pupuk Urea, bisa juga dipakai pupuk NPK dengan dosis yang sama. Dengan pupuk NPK, tanaman cengkeh lebih tahan panas dan dahn-dahannya lebih kuat.

Setelah pencangkulan, lalu dipersiapkan mulch dan perbaikan peneduh, terutama ketika musim kemarau tiba. Sebaiknya bacterial mulch dari batang pisang yang dipotong sepanjang 1 meter, kemudian dibelah menjadi dua. Setelah itu, diatur berjajar dan merapat pada petakan-petakan sehingga seluruh petakan tertutup. Agar lebih tahan lama, di atas batang-batang pisang tadi sebaiknya diberi rumput-rumput kering.

Bahan mulch tersebut harus diganti atau ditambah atau dibetulkan setiap kali menipis atau rusak. Tebal mulch sebaiknya 20 cm, jadi tanah di bawahnya tetap dingin dan penguapan airnya kecil.
Pada musim kemarau, tanaman harus disiram dengan air memakai pipa-pipa dan mesin pompa. Dalam penyiraman ini harus benar-benar jenuh sehingga tanahnya tidak menjadi panas. Jadi, pada musim kemarau, meskipun disiram, tanaman harus tetap diberi peneduh dan mulch yang tebal.

Jika musim hujan telah datang, maka mulch dan peneduh dapt dibuka. Mulch-nya bisa dijadikan kompos dengan menanamkannya pada sisi luar petakan. Peneduh dibuka agar tanaman cengkehmendapt sinar matahari dalam intensitas yang lebih banyak.
Pada masa ini dilakukan pencangkulan dan penggemburan tanah, juga pemupukan. Perlakuan yang sama terus dilakukan hingga umur tanaman cengkeh mencapai 4 tahun.

Cara, budidaya, tanaman, cengkeh, menanam, pemeliharaan

Pemeliharaan Tanaman Dewasa

Untuk pemeliharaan tanaman cengkeh dewasa tetap dititikberatkan pada penggemburan tanah pada petakan, penyiangan, dan pemupukan. Dengan mencangkul tanah akan menjadi gembur, agaknya peresapan zat-zat hara yang dibutuhkan tanaman menjadi lancar, sirkulasi udara dalam tanah pun menjadi baik. Demikian pula dengan proses peresapan air di dalam tanah.

Dalam proses pencangkulan (penggemburan), terkada ada akar-akar yang terputus, tetapi hanya sedikit sekali. Akar yang terputus akan segera diganti dengan akar-akar baru yang berccabang. Dengan bertambahnya akar, maka makin intensif pula penyerapan makanannya, sehingga pertumbuhan batang dan daunnya menjadi lebih baik.

Tentu saja cara mencangkul tanah harus cermat dan sistematis, yaitu dimulai dari luar tajuk (kurang lebih ½ meter dari tajuk daun), menuju ke dalam sampai dekat pohon. Tetapi, jangan sampai melukai akar yang besar. Dalamnya pencangkulan kira-kira 30 cm pada bagian luar, makin ke bawah tajuk makin dangkal. Hal ini dilakukan agar tidak melukai atau memotong akar-akar yang besar tersebut.
Tetapi, perlu diingat, pencangkulan jangan sampai terlalu sering dilakukan. Hal ini untuk member kesempatan kepada akar-akar yang terpotong untuk tumbuh kembali dan mencari makanan. 

Pencangkulan cukup dilakukan 2 kali setahun, yaitu pada permulaan musim hujan dan pada permulaan musim kemarau.
Pada pohon-pohon yang telah berbunga, jika habis dipanen, tanah di sekitar pohon biasanya menjadi padat karena terinjak-injak. Maka setelah panen pada permulaan musim hujan, tanah perlu digemburkan.

Pemberantasan Hama dan Penyakit 
Pada tanaman cengkeh ada beberapa masa kritis dalam perkembangan tanaman cengkeh yang menentukan  mati atau hidupnya dan besar atau kecilnya hasil cengkeh. Masa kritis yang pertama adalah 2-3 tahun setelah cengkeh ditanam di lapangan, yang kedua setelah 8-10 tahun hingga 20 tahun.

Jika kedua masa kritis itu bisa dilewati dengan baik dan selamat, pohon-pohon cengkeh akan dapat hidup melebihi 30-50 tahun. Dalam kondisi optimal, tanaman cengkeh bahkan bisa berumur ratusan tahun.

Dalam masa-masa pertumbuhan dan kehidupannya, sebagaimana pada tanaman-tanaman lainnya, pohon cengkeh tidak luput dari serangan hama dan penyakit.
Agar tanaman cengkeh bisa tumbuh dengan baik, subur, dan berproduksi melimpa, hama dan penyakit yang menyerang tanaman cengkeh harus diantisipasi dan ditangani secara cepat, cermat, dan intensif.
Hama dan penyakit yang menyerang tanaman cengkeh bisa terjadi di areal semai (persemaian) maupun areal tanam (pertanaman)

  • Di Areal Semai

Hama dan penyakit yang menyerang tanaman cengkeh di areal semai, antara lain: busuk akar dan penyakit daun.

  • Busuk Akar
Penyakit ini disebabkan oleh beberapa macam cendawan, seperti Pythium, Rhizoctonia, dan Phytopthora.
Menjelang musim kemarau dan kering. Tanaman yang terserang penyakit ini seringkali mati mendadak karena diikuti serangan rayap.

Tanaman tang sakit mudah dicabut karena akar kecil terlepas dari akar tunggang. Kulit akar tunggang sebagian atau seluruhnya hilang karena dimakan rayap sampai ke bagian kayunya.
Penyakit ini dapat dihindari dengan pembuatan bedengan persemaian pada tanah dengan drainase (pengairan) yang baik, menghindarkan penggunaan tanah bersidat alkalis atau pemakaian abu/arang atau pupuk kandang mulch yang belum matang sebagai pupuk di persemaian.

Tanaman-tanaman yang terserang penyakit ini sebaiknya dicabut atau diangkat dengan tanah di sekitarnya, dimasukan kedalam kaleng atau karung (agar tidak berceceran dan menular ke tempat lain), kemudian dikubur dalam-dalam. Tanaman di sekitar yang sakit disiram atau disemprot dengan koperoxzchloride 0,5% (5gram setiap liter air) atau Dithane.

Untuk menghindari serangan rayap, sebaiknya diadakan penyemprotan preventif dua kali setahun dengan endrin atau dieldrin dan sebagainya (konsentrasi 0,3-0,5%), yakni menjelang musim kemarau dan menjelang permulaan musim hujan.
Penyemprotan ditujukan pada tanah, khususnya di sekitar poko batang, agar obat bisa menghalangi rayap yang suka memakan kulit pokok batang.

  • Penyakit Daun

Penyakit daun disebabkan oleh cendawan Gloeosporium piperatium (becak daun) dan Cylindrocladium quinqeseptatum (busuk daun). Cendawan ini menyerang tanaman cengkeh, baik di areal semai maupun areal tanam sekaligus.
Penyerangan biasanya terjadi pada musim hujan atau pada tempat-tempat peneduh yang terlampau rapat. Tanaman yang cukup mendapatkan unsure K (dalam pupuk NPK) umumnya bebas dari penyakit daun.

  • Di Areal Tanam

Adapun hama dan penyakit yang menyerang tanaman cengkeh di areal tanam, antara lain:  pucuk busuk, penggerek batang dan ranting, jamur akar, dan rayap.

  • Pucuk Busuk

Penyakit pucuk busuk disebabkan cendawan Cylindrocladium. Biasanya timbul pada tanaman muda di areal tanam, hal ini sebagai akibat pelukaan pucuk karena gesekan-gesekan pucuk pada atap/acak peneduh yang terlalu rendah.

Pucuk yang busuk harus segera dibuang. Kemudian tanaman cengkeh bagian atasnya disemprot dengan fungisida, seperti koperoxychlorida atau Dithane untuk menghindarkan penularan. Acak/atap peneduh harus segera ditinggikan.

  • Penggerek Batang dan Ranting

Hama ini mulai timbul bila pohon cengkeh telah berumur 4-8 tahun ke atas, umunya setelah pohon mulai berbunga. Tanda-tandanya: pada sebelah bawah batang atau ranting keluar air kotor dan kayu gerekan dari lubang gerekan.

Pohon cengkeh bisa mati akibat serangan hama penggerek ini, lebih-lebih bila penggerek menggelangi pohon dan merusak bagian kulit dan kayu, sehingga pengangkutan zat-zat hara dan air terganggu. Pemberantasan dapat dilakukan dengan penutupan lubang-lubang yang tampak dengan pasak bamboo yang dibuat sepanjang 10 cm. pasak ini setiap dua minggu sekali harus dipukuli lagi ujungnya agar menutup lubang rapat-rapat.

Bila tersedia, sebelum dipasak, ke dalam lubang dimasukan kapas yang dibasahi dengan paradichloorbenzol atau insektisida sistemik seperti Dimercon 100, untuk mematikan hama penggerek di dalam lubang.

  • Jamur Akar

Jamur akar menyerang tanaman cengkeh, baik muda maupun dewasa. Gejalanya kadang-kadang tidak tampak samasekali, tetapi tanaman tiba-tiba langsung mati.
Jika tampak, gejalanya antara lain: tanaman yang terkena seluruh perakarannya telah terserang jamur; daunnya kekuning-kuningan dan mulai gugur perlahan-lahan.

Jika ada pohon cengkeh yang terkena jamur akar, sebaiknya tanaman segera didongkel dan dibakar pada lubang pendongkelan, kemudian diberi lubang isolasi-isolasi sampai 3 lapis dan pada bekas dongkelan diberi kapur 10 kg.

  • Rayap

Rayap kebanyakan menyerang tanaman cengkeh muda yang baru ditanam dan tanaman-tanaman yang kurang sehat. Untuk itu, sebelum bibit dimasukan kelubang tanam, sebaiknya lubang disemprot dulu dengan obat anti rayap atau insektisida, semisal endrin, dildrin W.P, dan lain-lain dengan dosis 1-2%.
Rayap biasanya menyerang kulit akar sampai leher akar dan bila kulit akarnya habis, maka pohon cengkeh akan mati. 

Dengan menetahui langkah-langkah cara budidaya tanaman cengkeh dan cara menanam cengkeh sepeti di atas setidaknya kita akan mengurangi resiko-resiko yang tidak kita inginkan dan tidak menutup kemungkinan akan mewujudkan hasil yang baik.

Sabtu, 15 Desember 2012

Khasiat Pisang Kelutuk dan Manfaat Pisang Kelutuk Dapat Mencegah Diare dan Maag

khasiat, manfaat, pisang kelutuk, mencegah, diare

Sejak zaman dulu pisang kelutuk sudah dipakai sebagai salah satu bahan pembuat rujak. Ternyata ini bukan tanpa alasan. Hasil penelitian membuktikan, pisang kelutuk mampu mencegah perut mulas dan diare. Bahkan khasiat pisang kelutuk dapat mengobati penyakit 'maag'.

Anti Diare


Buah pisang kelutuk yang masih mentah - ketika bijinya belum keras - berkhasiat anti diare. Itu karena buah mentah banyak mengandung tannin yang berasal dari getah dalam tangkai tandan buah. Jika buah ini masak, kadar tanninnya jauh berkurang.

Rujak yang terdiri dari buah-buahan muda yang asam dan pedasnya bumbu dapat merangsang dinding usus. Untuk menanggulangi rangsangan itu, dinding usus mengerahkan lendir yang berlebihan. Inilah yang mengakibatkan perut mulas. Tannin yang bersifat astringen ini dapat mengerutkan dinding usus sehingga tidak terjadi kelebihan lendir. Rujak yang diberi iris-irisan buah mentah pisang kelutuk tidak membuat perut mulas dan diare.

Anti Dispepsia (gangguan pencernaan)

Akhir-akhir ini pisang kelutuk berhasil diteliti khasiatnya oleh Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, sebagai obat anti dispepsia (gangguan pencernaan). Gejala dispepsia ini ditandai dengan tidak enak diperut; kembung, mual, anoreksia (kurang nafsu makan). Pada tingkatan lanjut, perut pedih kalau lapar, tapi juga sakit kalau diisi makanan, kalau sudah parah, terasa nyeri di ulu hati.

Gejala ini biasa disebut dengan 'penyakit maag' kare bagian yang terganggu memang lambung (maag) dan usu 12 jari, karena produksi asam lambung yang berlebihan

Biasanya hal ini terjadi karena stres, bekerja melebihi kekuatan fisik atau makan tidak teratur. Untuk mengurangi asam lambung yang berlebihan umumnya para dokter memberi obat-obatan yang mampu mengikat asam klorida, seperti alumunium hidroksida dan magnesium hidroksida.

Serbuk buah pisang kelutuk ternyata juga mampu mengikat asam klorida dan mampu meredakan gejala sakit maag tadi. Diduga karena adanya kalium, kapur, magnesia (magnesium oksida) dan aluminium (aluminium oksida) yang terkandung didalam buah itu. Magnesia dan alumina terkenal mempunyai daya serap yang besar terhadap gas. Kalau bergabung dengan air, akan terbentuk hidroksidanya yang mampu mengikat kelebihan asam lambung (asam klorida). Sedangkan kaliumnya bersifat penenang, sehingga meredakan rasa nyeri.

Khasiat Mahkota Dewa dan Manfaat Mahkota Dewa Kandungan Buah Mahkota Dewa

khasiat, manfaat, mahkota dewa, kandungan mahkota dewa

Buah yang satu ini banyak menarik jutaan orang bahkan lebih, karena khasiatnya yang dapat mengobati penyakit lever, gangguan ginjal, diabetes melitus, tumor, bahkan kanker sekalipun yang selama ini menjadi salah satu jenis penyakit yang sulit diobati karena keganasannya.

Mahkota Dewa Paleria macrocarpa itulah nama yang sering kita dengar, buah yang termasuk anggota Thymelaeaceae menjadi obat mujarab berbagai penyakit, dan tidak heran para ilmuan kedokteran di dalam negri dan mancanegara pun banyak yang meneliti buah yang satu ini, karena khasiatnya yang banyak bermanfaat bagi kesehatan manusia.

Seperti yang dilansir majalah TRUBUS - JULI 2003.

Masyarakat antusias menyambut mahkota dewa. Apalagi sejak penelitian ilmiah mampu menyikap tabir mahkota dewa. Salah seorang periset di Politeknik Kesehatan Jakarta. Dra Vivi Lisdawati Msi Apt, yang meneliti ekstrak daging buah terhadap pertumbuhan sel leukeumia L1210 secara in vitro. Pneliti itu mengungkapkan, 50% sel leukeumia terhambat pertumbuhannya selama inkubasi 48 jam.

Di mancanegara rahasia khasiat dan kandungan mahkota dewa juga terkuak. Kolega Dr HC M Yusuf di Guangzhou, Cina, menguji keampuhannya. Yusuf selama ini dikenal sebagai pengobat tradisional di Sukabumi, Jawa Barat. Ia mempelajari kedokteran timur di Kwangtung provincial Hospital di Guangzhou. Dalam penelitian di Ruma Sakit Yizhou 27 penderita kanker payudara, kanker hati, kanker paru-paru, dan kanker rahim diberi ramuan mahkota dewa. Dosis 12g dan 15g direbus bersama ramuan lain.

Hasil riset menunjukkan, mahkota dewa mengandung suatu zat yang mampu menghambat pertumbuhan sel kanker. Itu sesuai dengan uji laboraturium yang mereka lakukan. Tak berlebihan jika sebuah rumah sakit baru di Cina bakal meresepkan mahkota dewa dengan resep cina bagi para pasien.

Penelitian Mahkota Dewa Dengan Cara Sederhana

Mahkota dewa kaya dengan mineral. Setidaknya itulah pembuktian yang ditempuh Muhammad Anto. Anggota Himpunan Herbalis Muda Thibbun Nabawi di Bandung itu membikin alat sederhana untuk mengetahui kadar mineral tanaman obat. Bohlam 25 watt dihubungkan kabel yang ujungnya terdapat steker. Steker itu dicelupkan dalam air rebusan mahkota dewa. Setelah saklar diaktifkan, lampu pun berpijar terang.

Cara serupa dicobat pada tanaman obat lain-pegagan dan sambilata-dengan dosis dan konsentrasi sama, 20g direbus dalam 6 gelas air. Lampu tetap menyala dengan intensitas berbeda. Menurut Muhammad Anto, semakin terang nyala lampu, semakin tinggi kadar mineral yang dikandung. Untuk mengetahui jenis mineral, tentu harus uji laboratorium. 


Cara Budidaya Kemiri dan Cara Menanam Kemiri

cara, budidaya, kemiri, menanam
Cara budidaya kemiri dan cara menanam kemiri memang bisa dikatakan cukup mudah karean sifat tanaman yang satu ini cukup "bandel" tidak terlalu sulit untuk membudidayakannya.
Selama ini tanaman kemiri di kebun rakyat kebanyakan tidak pernah dirawat. Akibatnya panenan yang dihasilkan terbatas, hanya 2 kali setahun. Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh puslitbang Tanaman indrusti, Bogor, intensifikasi budidaya kemiri bisa meningkatkan periode panen menjadi 3 kali setahun. Berikut ini teknik budidaya kemiri secara intensif yang dilakukan puslitbangtri.
  • Kesesuaian Iklim dan tanah

1.Iklim

Tanaman kemiri menghendaki lokasi yang suhu udaranya berkisar 21,42-26,30 derajat C dengan kelembapan rata-rata 75 persen. Curah hujannya 1.100-2.400 mm dan jumlah hari hujan 80-110 hari/tahun. Pada ketinggian tanah 0-1.200 m dari permukaan laut (dpl), kemiri dapat tumbuh dan berbuah, tapi hasil terbaik diperoleh jika ditanam pada ketinggian 0-800 m dpl.

2. Tanah

Kemiri tidak terlalu memilih jenis tanah. Di tanah yang kurang subur tanaman ini tetap bisa menghasilkan, namun hasilnya akan lebih banyak jika ditanam di tanah yang subur.

  • Pengolahan tanah

1. Di tanah miring


Tanah diolah menurut system kontur, yakni melintang terhadap lereng. Setelah dicangkul, dibuat lubang tanam berukuran 80 X 80 X 80 cm. Jarak masing-masing lubang 5 X 5 m, sehingga dalam  1 ha terdapat 400 lubang tanam.

Untuk mencegah tumbuhnya gulma, tanah di antara lubang tanam secepatnya di tanami dengan tanaman penutup tanah, seperti kacang ruji (pueraria javanica) atau kacang asu (calopagonium mucunoides). Jumlah benih yang dibutuhkan masing-masing 25-30 kg/ha.

2. Di tanah landai

Tanah dicangkul lalu di buat lubang  tanam. Ukuran dan jaraknya sama dengan di tanah miring. Tetapi jika tanahnya subur dan kemiri ingin ditanam secara monokultur, jarak tanam sebaiknya dibuat menjadi 10 X 10 m, sehingga terdapat 100 tanaman /ha. Untuk mencegah tumbuhnya gulma, tanah yang masih kosong boleh ditanami palawija, misalnya jagung, kacang tanah, atau kedelai.

3. Di padang alang-alang

Di padang alang-alang tanah tidak perlu diolah, melainkan cukuo dibuat lubang tanam. Ukuran lubang tanam tetap sama, Cuma jaraknya di buat menjadi 4 X 4 m (625 atau 312 lubang/ha). Pada jarak yang rapat pertumbuhan alang-alang cepat tertekan, namun buanhyan akan lebih lebat jika jarak tanamnya lebih renggang.

  • Bibit yang dipilih

Jika memungkinkan, sebaiknya dipilih bibit hasil cangkok, okulasi atau sambungan. Apabila berupa benih, dianjurkan disemaikan dulu sebelum ditanam. Benih yang langsun ditanam di kebun memerlukan waktu berkecambah cukup lama, yaitu 4-6 bulan, Jumlah yang berhasil berkecambah paling banyak 50 persen, dan yang akan tumbuh menjadi tanaman dewasa separonya lagi.

Benih yang disemaikan terlebih dulu, hanya membutuhkan waktu berkecambah 1-2 bulan. Persentase tumbuhnya pun lebih besar, yakni 80 persen waktu perkecambahan 78 persen berhasil tumbuh menjadi tanaman produktif.

Ada 3 cara penyiapan benih. Pertama, benih disemaikan lalu dipindahkan ke polybag setelah keeping bijinya terangkat. Cara berikutnya benih di semai, setelah berkecambah dipindahkan lagi ke pesemaian kedua. Cara terahir benih langsung disemaikan di polybag. Bibit siap di tanam di kebun jika umurnya telah mencapai 7-10 bulan atau tingginya sekitar 25-40 cm.

Jumat, 14 Desember 2012

Manfaat Sabut Kelapa dan Pengolahan Sabut Kelapa serta Kandungan Sabut Kelapa

manfaat, pengolahan, kandungan, sabut kelapa

Pemanfaatan serbuk kelapa sebagai media tanam sangat baik dipakai untuk tanaman hidroponik, penggunaan serbuk kelapa di negara-negara maju sangat diminati terutama oleh perusahaan yang bergerak dibidang pertania, seperti, negara Jepang, Belanda, dan Korea, mereka menggunakan serbuk kelapa untuk media tanam karena menurut hasil penelitian keunggulan media hidroponik dari serbuk sabut kelapa dapat menyerap air sebanyak 6 kali dari volumenya. Dampaknya, frekuensi penyiraman nutrisi bisa makin menurun, biaya produksi, dan tenaga kerja makin hemat.

Kalau kita bandingkan dengan media arang sekam yang hanya mampu menyerap air dan nutrisi dengan volume 1,5-2 kali dari volumenya, maka penggunaan serbuk kelapa jauh lebih efektif, maka tidak heran negara-negara maju banyak yang memilih serbuk kelapa sebagai media pertanian dibanding media arang sekam atau media lain. Serbuk kelapa ini banyak diimpor dari negara India dan Sri Langka.

Kandungan EC 0,5

Untuk dijadikan media, serbuk kelapa harus terlebih dahulu di-treatment. Tujuannya untuk menghilangkan garam dan minyak yang terkandung didalamnya. Dalam satuan parameter EC (Electro Conductivity), serbuk yang baik bisa mencapai 0,5. Sedangkan untuk kualitas paling rendah mencapai EC lebih dari 3. Dengan kualitas terbaik, volume penyerapannya bisa enam kali lebih banyak, maka rata-rata penyiraman nutrisi cukup 2 kali dalam waktu 24 jam.

Menurut beberapa ahli hidroponik asal Belanda, sebelumnya mereka banyak memakai  rockwool. Namun, karena isu back to  nature ramai didengungkan orang, maka mereka mencari alternatif. Salah satunya pilihan utamanya adalah menggunakan serbuk kelapa.

Untuk membuat serbuk kelapa layak pakai, harus dilakukan sejumlah tahapan terlebih dahulu. Lantaran kandungan garam dan minyak tinggi, serbuk harus dijemur untuk menghilanglannya. Setelah itu lakukan sterilisasi untuk menghilangkan jamur. Sebelum digunakan, serbuk dibasahi dengan air agar jenuh. Selanjutnya siap digunakan.

Ketika nutrisi diberikan, selain diserap oleh akar, sebagian makan tersebut akan lari ke serbuk kelapa. Pada saat akar membutuhkan lagi, nutrisi yang tertinggal pada media bisa dengan mudah diserap akar. Jadi, serbuk ini beesifat mudah menyerap dan mudah memberi.

Di Indonesia, serbuk kelapa juga mulai banyak digunakan oleh para pekebun hidroponik, seperti di Cihideung Bandung. Dengan menggunakan media serbuk kelapa para pekebun banyak yang berpendapat hasilnya memuaskan.

Manfaat lain selain untuk hidroponik

Beberapa perusahaan jamur champignon di Indonesia banyak yang menggunakan serbuk sabut kelapa sebagai media tanam. Serbuk kelapa itu diletakan di atas tunas jamur yang tumbuh di atas kompos. Sebelum serbuk tersebut dijenuhkan terlebih dahulu dengan air.

Dengan menggunakan media serbuk kelapa para perusahaan jamur tidak harus sering menhyiram untuk menjadi kondisi lembap, bahkan tidak usah menggunakan sprayer untuk minyiram air dari atas. Namun dengan adanya media serbuk kelapa penyiraman menggunakan sprayer cukup seminggu sekali. Dampaknya champignon tidak mudah busuk. Cara bekerja serbuk yang menyerap air justru menguntungkan media kompos di bawahnya. Ia akan menyuplai air ketika kompos mulai mongering.